Judul: Modul Manajemen Pemasaran Digital, Studi Kasus: Kupiah Jangang Khas Banjar di Kabupaten Tapin
Penulis: Tri Winindyasari Palupi, Yasyir Fahmi Mubaraq, Widya Ais Sahla
Tebal : 44 halaman
Ukuran : 21 x 29,7 cm
QRSBN:
Tahun : 2026
Tentang Modul Manajemen Pemasaran Digital
Modul Manajemen Pemasaran Digital: Studi Kasus Kupiah Jangang Khas Banjar disusun sebagai panduan komprehensif untuk memahami konsep, strategi, implementasi, dan evaluasi pemasaran digital dalam pengembangan produk budaya lokal. Modul ini mengintegrasikan teori pemasaran digital dengan praktik nyata yang berfokus pada Kupiah Jangang, salah satu warisan budaya khas Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, yang memiliki nilai historis, estetis, dan identitas budaya yang kuat.
Pembahasan dalam modul diawali dengan pengenalan landasan manajemen pemasaran digital dan analisis karakteristik produk budaya sebagai dasar penyusunan strategi pemasaran yang efektif. Selanjutnya, modul menguraikan berbagai strategi pemasaran digital dan pengelolaan merek yang mencakup perencanaan pemasaran, branding digital, pengelolaan website dan marketplace, optimasi mesin pencari, serta pengembangan konten digital yang relevan dengan kebutuhan pasar modern. Pada bagian implementasi, pembaca diperkenalkan pada pemanfaatan media sosial, iklan digital, influencer marketing, community marketing, serta penggunaan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran. Modul ini juga membahas analitik pemasaran digital, pengukuran kinerja, evaluasi kampanye, pengelolaan hubungan pelanggan, dan strategi pengembangan pasar berbasis data.
Dengan pendekatan yang aplikatif dan kontekstual, modul ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pemasaran digital, tetapi juga mendorong pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Modul ini diharapkan menjadi referensi yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, pelaku UMKM, pendamping masyarakat, pengrajin, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Melalui penguatan kapasitas pemasaran digital, Kupiah Jangang diharapkan mampu meningkatkan daya saingnya di pasar nasional maupun global tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas utamanya.